Sabtu, 06 September 2014

Mengobati yang Rapuh, Memperbaiki yang Pecah, Menyatukan yang Patah

Diposting oleh Hamela Shafa A di 21.55


“ Ya tapi masih ada hal yang kamu engga tau tentang aku”—Kamu
                Aku emang gak tau tentang kamu sama kaya kamu engga tau tentang aku. Emm.. tapi setidaknya aku gak langsung menympulkan tanpa mendengar maksud dari orang lain itu dulu(:
                Seharusnya ada kata penutup. Ada kesan dan pesan. Ada yang ganjal disini. Aku tak sepenuhnya memberitahumu tentang argumenku sendiri.
                (Pertama) Maaf, aku akui aku salah, Aku tertutup kan? Seperti yang kamu maksud. Aku juga tak peka terutama terhadap respon dari aksimu akhir-akhir itu, yang seharusnya ku mengerti apa maksud dari semua itu. Sekali lagi maaf. Dan lagi hatiku masih labil, dia masih terombang ambing terbawa arus ombak;kadang sedih dan khawatir. Karena apa? Dia takut kehilanganmu;arah kompas dari tujuan kebahagiaannnya. Ia pernah kehilangan arah karena kamu yang membisu,diam hilang bahkan pergi menjauh tanpa sebuah penyebab yang jelas hingga kita berdua tak saling berkomunikasi selama beberapa bulan  dan sampai sampai saat kita bertemu pun bagai  orang yang saling tak mengenal. Antara ada dan tiada.
 Itu yang membuatku sedih ketika mengingatnya ,ketika jauh dari orang yang ia harapkan, dari orang yang seharusnya membuatnya lebih bahagia bukan bersedih.  Masih ingatkah? Itu terjadi sebelum akhirnya kamu datang kembali dan menjadi bagian dari cerita hidupku lagi. aku merasa tak percaya bisa memiliki hatimu. Melihatmu dan memandangimu sambil berkata dalam hati bahwa
aku menjadi salah satu bagian spesial  darimu, begitupun sebaliknya pada dirimu. Aku terlalu bahkan sangat bahagia sehingga aku takut kehilangan. (Kedua) aku takut kamu akan melakukan hal yang sama seperti  sebelumnya (lagi). Kalau kamu menghilang tak ada kabar sehari , kamu tau kan aku engga “marah” tapi “khawatir” karena apa? Karena semua itu. Aku Cuma takut kamu pergi(lagi)
Oh ya tentang percaya? Aku percaya kalo kamu ingin kita berdua selalu bahagia, tapi kejadian sedih sebelumnya itu.. sikapmu yang membuat aku… Trauma? Tidak serumit itu.( Ketiga)  Aku bukan tak percaya. Kepercayaan yang udah pecah karena sikap gak akan utuh dan kokoh,sempurna kembali; seperti guci. To me “Trust Is everything”  Saat kita bersatu aku berusaha memperbaiki pecahan demi pecahan itu.. tapi semua tak cukup untuk memperbaikinya.
Jika memang harus melibatkanmu tentang sedih dan kekhawatiranku ini, aku yakin kamu tak sepenuhnya mengerti. Maka dari itu cukup aku yang merasakan semua karena aku jugalah yang tahu bagaimana cara pulihkannya, bukan kamu. (Keeempat) Intinya aku bukan memendam, hanya ingin meredam(:
(Kelima) Tapi semua yang aku redam menjadi senjata dan kesalahpahaman adalah alatnya. Membuatku tak menyangka bahwa pada akhirnya hal itu yang malah membuatmu pergi dari hidupku (lagi)
 You Don’t Understand and I Can’t Explain…
*Baca baik baik dan( semoga)  perlahan kamu akan mengerti

0 komentar:

Posting Komentar

 

MORE THAN WORDS Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review