Senin, 19 Mei 2014

Kita,Senang Lalu Mengenang

Diposting oleh Hamela Shafa A di 02.44
            Aku masih disini,sedang duduk terdiam dengan tatapan kosong menatap sebuah jalan di depanku.pagi yang kujalani dengan sebuah lamunan. Aku merasa hal itu cukup mengisi sebuah jam kosong yang detik demi detik berlalu. semua orang yang berada disana hanya melewati jalan itu seakan sibuk dengan keadannya, dan kadang mereka saling bercakap penuh keceriaan satu sama lain. Tapi hanya aku yang terdiam tanpa ada keceriaan dihatiku.
            Entahlah. Situasi ini memang sudah kuduga akan terjadi, Dan memang aku sangat tak sangat mengharapkan ini akan terjadi. Aku benci keadaan ini. Keadaan dimana aku harus tersenyum ceria dan tertawa seakan tak ada yang terjadi di hidupku. Aku tahu bahwa memang tak seharusnya aku seperti ini;begitu kehilangan dan seharusnya aku membenci hal yang telah menyakitiku. Tapi tak bisa. Keadaan juga yang menghilangkan semua keceriaan hingga tak ada yang tersisa satupun dihati. Inikah rasanya?Begitu gersang. Semua berubah, ini sudah terjadi lama namun lukanya masih basah;tak kunjung kering seperti masih terjadi beberapa saat yang lalu. Aku terlalu bahagia dan nyaman didekatnya sehingga saat dia tak ada;akulah yang sangat merasa kehilangan.
Aku masih duduk disini, di tempat penuh kenangan itu. Kau tahu? Saat kamu datang menghampiriku karena kangenmu yang terus meluap itu. Kamu datang dengan membuat setoples rindu yang sudah hampir meluber,katamu. Aku yang sedang didalam lalu keluar dan  sangat menyambut kedatanganmu kala itu,sebuah kegiatan yang membuat penat tadi pudar begitu saja. Dan apa lagi kah yang kau bawa itu? Sebuah magic kah? Hingga membuatku begitu senang hingga seperti  melayang diudara. Kau tahu arti fly kan? Ya itu yang kurasa. Aku juga seperti coklat yang meleleh dengan tingkahmu itu. Saking saltingnya sampai aku bingung kita duduk dimana, aku meminta kita duduk di sebelah sana. Tapi kamu menolak karena itu jauh lalu kita duduk di depan kelas ku
                Lucu ya, itu
pertama kali kamu ke tempat itu dan juga karena salting-salting ini menggangguku hingga mengaturku dan membuatku jadi canggung atau saking senangnya? Yang lucunya adalah kita duduk berdekatan dan bersampingan tapi menghadap yang berbeda. Tak perlu ku jelaskan itu pasti sudah terbayang,haha. Tapi ‘kita’  tak ada yang berkomentar tentang ini. Kita saling berbicara.saling menikmati dan mengutarakan semua cerita yang selama ini kita simpan dalam kotak bernama ingatan.  Teman-temanku juga jail yang kadang mengguraui aku dan kamu hingga membuat kedua pipiku merah dan yang membuat simpul senyum di mulutmu. Semua orang yang di sudut sana pun sesekali memerhatikan kebersamaan kita itu. Sampai kamu Tanya “ Kamu ada temen/kenal disitu?”
“Engga ada, emang kenapa?’
“itu daritadi perasaan ngeliatin kita mulu?”
“oh ya? Yaudah biarin aja :) “
                Kau tahu? Mengapa aku tak bisa menatapmu lama? Ya karena aku takut. Aku tak kuat menatap bola mata yang mempunyai ketertarikan, ada magnet yang membuat seakan mataku tak kuat akan sinar dari bola matamu. Bola matamu indah;berwarna coklat tua . Aku terlalu lemah memang, hingga aku tak bisa menatapmu lama. Tapi yang pasti itu adalah hal yang paling aku suka; ketika menatapmu dengan jarak yang begitu dekat. Senyum yang selalu terukir di mulutmu sebagai pemanis di sela-sela kata dalam pembicaraan kita sampai sebuah lesung pipi yang muncul ketika kamu tertawa dengan banyolan dan candaan kita berdua. Rambutmu yang hitam tertata rapi dan kadang terhilir angin sepoi itu.rasanya itu sebuah keindahan.
                Kau juga tahu? Banyak hal yang ingin kuceritakan padamu tentang hariku. Tapi semua itu hilang ketika aku sedang berbicara padamu. Rasanya aku tak mau berbicara banyak,hanya ingin kita saling berbicara tentang hubungan kita. Dan waktupun tiba disaat kamu harus pulang. Karena kesibukannmu dengan keluargamu juga. Aku tak bisa menahanmu,waktu terasa cepat habis hingga aku tak rela perbincangan ini berakhir. Dan yang pasti kau juga tahu kan kalo saat kita bertemu,dan selesai pasti kita mulai memampang  rindu itu lagi,malah lebih berat rasanya.






Sekarang apa daya? aku hanya bisa memutar terus ingatan untuk mengingat semua itu. Aku selalu duduk Disini, ditempat ini,di posisi ini. Berharap kamu datang ke tempat ini dan kita bisa mengulang kisah manis itu. Dan lagi, tak ada yang tahu. Aku disini dengan bola mata  yang kembali basah mengingatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

MORE THAN WORDS Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review