Entahlah. Situasi ini memang sudah kuduga akan terjadi, Dan memang aku sangat tak sangat mengharapkan ini akan terjadi. Aku benci keadaan ini. Keadaan dimana aku harus tersenyum ceria dan tertawa seakan tak ada yang terjadi di hidupku. Aku tahu bahwa memang tak seharusnya aku seperti ini;begitu kehilangan dan seharusnya aku membenci hal yang telah menyakitiku. Tapi tak bisa. Keadaan juga yang menghilangkan semua keceriaan hingga tak ada yang tersisa satupun dihati. Inikah rasanya?Begitu gersang. Semua berubah, ini sudah terjadi lama namun lukanya masih basah;tak kunjung kering seperti masih terjadi beberapa saat yang lalu. Aku terlalu bahagia dan nyaman didekatnya sehingga saat dia tak ada;akulah yang sangat merasa kehilangan.
Aku masih duduk disini, di tempat
penuh kenangan itu. Kau tahu? Saat kamu datang menghampiriku karena kangenmu
yang terus meluap itu. Kamu datang dengan membuat setoples rindu yang sudah
hampir meluber,katamu. Aku yang sedang didalam lalu keluar dan sangat menyambut kedatanganmu kala itu,sebuah
kegiatan yang membuat penat tadi pudar begitu saja. Dan apa lagi kah yang kau
bawa itu? Sebuah magic kah? Hingga membuatku begitu senang hingga seperti melayang diudara. Kau tahu arti fly kan? Ya
itu yang kurasa. Aku juga seperti coklat yang meleleh dengan tingkahmu itu.
Saking saltingnya sampai aku bingung kita duduk dimana, aku meminta kita duduk
di sebelah sana. Tapi kamu menolak karena itu jauh lalu kita duduk di depan
kelas ku
Lucu
ya, itu
pertama kali kamu ke tempat itu dan juga karena salting-salting ini menggangguku hingga mengaturku dan membuatku jadi canggung atau saking senangnya? Yang lucunya adalah kita duduk berdekatan dan bersampingan tapi menghadap yang berbeda. Tak perlu ku jelaskan itu pasti sudah terbayang,haha. Tapi ‘kita’ tak ada yang berkomentar tentang ini. Kita saling berbicara.saling menikmati dan mengutarakan semua cerita yang selama ini kita simpan dalam kotak bernama ingatan. Teman-temanku juga jail yang kadang mengguraui aku dan kamu hingga membuat kedua pipiku merah dan yang membuat simpul senyum di mulutmu. Semua orang yang di sudut sana pun sesekali memerhatikan kebersamaan kita itu. Sampai kamu Tanya “ Kamu ada temen/kenal disitu?”
pertama kali kamu ke tempat itu dan juga karena salting-salting ini menggangguku hingga mengaturku dan membuatku jadi canggung atau saking senangnya? Yang lucunya adalah kita duduk berdekatan dan bersampingan tapi menghadap yang berbeda. Tak perlu ku jelaskan itu pasti sudah terbayang,haha. Tapi ‘kita’ tak ada yang berkomentar tentang ini. Kita saling berbicara.saling menikmati dan mengutarakan semua cerita yang selama ini kita simpan dalam kotak bernama ingatan. Teman-temanku juga jail yang kadang mengguraui aku dan kamu hingga membuat kedua pipiku merah dan yang membuat simpul senyum di mulutmu. Semua orang yang di sudut sana pun sesekali memerhatikan kebersamaan kita itu. Sampai kamu Tanya “ Kamu ada temen/kenal disitu?”
“Engga ada, emang kenapa?’
“itu daritadi perasaan ngeliatin kita mulu?”
“oh ya? Yaudah biarin aja :)
“
Kau
tahu? Mengapa aku tak bisa menatapmu lama? Ya karena aku takut. Aku tak kuat
menatap bola mata yang mempunyai ketertarikan, ada magnet yang membuat seakan
mataku tak kuat akan sinar dari bola matamu. Bola matamu indah;berwarna coklat
tua . Aku terlalu lemah memang, hingga aku tak bisa menatapmu lama. Tapi yang
pasti itu adalah hal yang paling aku suka; ketika menatapmu dengan jarak yang
begitu dekat. Senyum yang selalu terukir di mulutmu sebagai pemanis di
sela-sela kata dalam pembicaraan kita sampai sebuah lesung pipi yang muncul
ketika kamu tertawa dengan banyolan dan candaan kita berdua. Rambutmu yang
hitam tertata rapi dan kadang terhilir angin sepoi itu.rasanya itu sebuah
keindahan.
Kau
juga tahu? Banyak hal yang ingin kuceritakan padamu tentang hariku. Tapi semua
itu hilang ketika aku sedang berbicara padamu. Rasanya aku tak mau berbicara
banyak,hanya ingin kita saling berbicara tentang hubungan kita. Dan waktupun tiba
disaat kamu harus pulang. Karena kesibukannmu dengan keluargamu juga. Aku tak
bisa menahanmu,waktu terasa cepat habis hingga aku tak rela perbincangan ini
berakhir. Dan yang pasti kau juga tahu kan kalo saat kita bertemu,dan selesai
pasti kita mulai memampang rindu itu
lagi,malah lebih berat rasanya.
Sekarang apa daya? aku hanya bisa memutar terus ingatan untuk
mengingat semua itu. Aku selalu duduk Disini, ditempat ini,di posisi ini.
Berharap kamu datang ke tempat ini dan kita bisa mengulang kisah manis itu. Dan
lagi, tak ada yang tahu. Aku disini dengan bola mata yang kembali basah mengingatnya.


0 komentar:
Posting Komentar