Aku tahu,
Aku bukan orang yang pandai mengungkapkan apa yang kurasa saat sedang bahagia,
Dan melimpahkan kesedihan saat ku sedang merasakan.
Aku hanya ingin mengatakan
Bahwa aku orang beruntung,
Telah bertemu denganmu,
Telah bertemu pria yang bisa menerima ku apa adanya,
Dan memilikimu.
Dengan segala kelemahannku,
Dengan segala kekurangan ku,
Kau tetap berada disisiku.
Untuk melewati waktu-waktu kita bersama.
Maaf,
Jika banyak hal yang mengecewakanmu
Jika ada kejadian yang berurai air mata dan emosi yg terluapkan pada kita
Kita dua orang yang sedang belajar saling mengerti dan memahami.
malam ini rasanya aku ingin menuliskan segalanya.
Tentang hari-hari bahagia denganmu
Dengan jarak yg membuat rindu
Mungkin kata memang tak mampu mewakili apa yg terjadi pada kita selama ini, bahwa semua hal indah baru yg ku temui ada saat bersamamu.
Terimakasih,
Telah mengabulkan setiap yang ku pinta
Telah membawaku pergi ketempat yang indah dan membuat kenangan baru
Telah mengikuti jejak ku kemana pun tanpa mengeluh
Selalu ada untukku dengan kasih sayangmu
Dan kejutan-kejutan terbaik kau beri padaku
kamu benar-benar tlah mewarnai hidupku.
Aku berdoa agar
My List Blog :) ♥
- Abstract Klasik (2)
- Artikel Kata (11)
- Cerpen (1)
- Cuap Cuap ;;) (4)
♥ Pengunjung Blog ♥
Diberdayakan oleh Blogger.
Bagian Dari Ini ♥
Jumat, 17 Agustus 2018
Minggu, 25 Juni 2017
Life Mean to Say "Hello" Before Say "Goodbye"
Dari 3 malam belakangan ini gue sedang puncak-puncaknya nahan kangen.
Setelah awal bulan gue bersama dia, gue akui jadi nyaman sama dia.
Yang awalnya karena dia ngajak gue temenin dia ke gramed lalu makan. Oke, ini masih wajar.
seterusnya dia jadi ngechat gajelas, basa-basi cari obrolan yang masih gue tanggapin sewajarnya.
entah kenapa kita jadi sering pulang bareng karena dia selalu ngajakkin gue.
Sampe-sampe dia minta ditemenin gue kesuatu tempat.
Setelah awal bulan gue bersama dia, gue akui jadi nyaman sama dia.
Yang awalnya karena dia ngajak gue temenin dia ke gramed lalu makan. Oke, ini masih wajar.
seterusnya dia jadi ngechat gajelas, basa-basi cari obrolan yang masih gue tanggapin sewajarnya.
entah kenapa kita jadi sering pulang bareng karena dia selalu ngajakkin gue.
Sampe-sampe dia minta ditemenin gue kesuatu tempat.
Kita bersikap profesional di hadapan teman-teman kita/saat bekerja, gue suka itu,saat timing yg tepat baru dia ngomong tentang kita hanya berdua.
Ketika gue bener-bener butuh dia dan dia bener-bener bisa gue anggap jadi hero gue .
Puncak kesenengan gue itu saat apa yang dipengenin selalu dia kabulin.
Dari makanan yang gue pengen beli. Bahkan ketempat yg pengen gue kunjungi di hari lain malah dia sanggupin di hari itu juga. Atau minuman yg seharusnya dia minum,dia kasih ke gue. That,sweet I admit.
Dan pastinya dia selalu nyelipin perhatian-perhatian kecil di chat kita.
Di hari terakhir kita ketemu, dia masih sama seperti kemarin-kemarin. Dia yang tetep perhatian dan gue bersikap apa adanya saat kita makan bersama sehabis pulang. Ketika saling bercerita dan gue rasa dia bener-bener dewasa dari yg seharusnya. Bagaimana gue leluasa eye contact dengan matanya yg coklat,garis senyumnya,hidungnya yg mancung,juga rambut baru yang gak kalah mengalihkan perhatian. Setelah beberapa kali kita bareng, baru kali ini
Ketika gue bener-bener butuh dia dan dia bener-bener bisa gue anggap jadi hero gue .
Puncak kesenengan gue itu saat apa yang dipengenin selalu dia kabulin.
Dari makanan yang gue pengen beli. Bahkan ketempat yg pengen gue kunjungi di hari lain malah dia sanggupin di hari itu juga. Atau minuman yg seharusnya dia minum,dia kasih ke gue. That,sweet I admit.
Dan pastinya dia selalu nyelipin perhatian-perhatian kecil di chat kita.
Di hari terakhir kita ketemu, dia masih sama seperti kemarin-kemarin. Dia yang tetep perhatian dan gue bersikap apa adanya saat kita makan bersama sehabis pulang. Ketika saling bercerita dan gue rasa dia bener-bener dewasa dari yg seharusnya. Bagaimana gue leluasa eye contact dengan matanya yg coklat,garis senyumnya,hidungnya yg mancung,juga rambut baru yang gak kalah mengalihkan perhatian. Setelah beberapa kali kita bareng, baru kali ini
Categories
Artikel Kata,
Cuap Cuap ;;)
Jumat, 05 Mei 2017
Selesai
Sudah saatnya untuk mengakhiri semuanya.
Aku sudah mencapai di titik lelah untuk terus mengikuti punggungmu.
Satu hal yang harus kau sadari, aku mencintaimu. Dan mungkin, aku masih mencintaimu.
Tapi sepertinya kehendakmu berkata lain. Aku bahkan tak menyentuhmu. Kau tak memperbolehkanku.
Kau hanya membuatku seperti sebuah bayangan tetap dibelakangmu. Jika bayanganmu itu pergi kau hanya bertanya dimana ia tapi tak sungguh-sungguh mencarinya. Hanya agar kau tak berjalan sendirian.
Rasa ini kian layu. Kau tidak seharusnya membuatku seperti ini;
Aku sudah mencapai di titik lelah untuk terus mengikuti punggungmu.
Satu hal yang harus kau sadari, aku mencintaimu. Dan mungkin, aku masih mencintaimu.
Tapi sepertinya kehendakmu berkata lain. Aku bahkan tak menyentuhmu. Kau tak memperbolehkanku.
Kau hanya membuatku seperti sebuah bayangan tetap dibelakangmu. Jika bayanganmu itu pergi kau hanya bertanya dimana ia tapi tak sungguh-sungguh mencarinya. Hanya agar kau tak berjalan sendirian.
Rasa ini kian layu. Kau tidak seharusnya membuatku seperti ini;
Categories
Artikel Kata
Minggu, 30 April 2017
Kita
"Biarlah biarlah hariku dan harimu terbelenggu oleh satu ucapan manisnu." Sheila on7 - Kita
Aku tidak mengerti mengapa kau punya sifat seperti itu.
Bahkan sekecil apapun hal yang sebenarnya tak penting itupun kau lakukan dengan kepura-puraan.
Jadi, saat ini aku mulai berfikir, mungkin benar. Yang kau lakukan pada hari-hariku juga termasuk didalamnya;kepura-puraan.
Kita sudah sejauh ini, dan aku sudah seberharap lebih ini. Dulu aku masih punya harapan kecil bahwa ada keajaiban yang akan datang pada perasaanmu terhadapku.
mungkin lilin harapan itu mulai redup. Sepertinya aku harus memulainya kembali.
Tapi aku masih terlalu lemah untuk itu. Jika kau panggil saja namaku sepertinya dinding-dinding pertahananku jadi runtuh begitu saja yang sudah kubuat kuat.
Tapi aku masih terlalu lemah untuk itu.
Aku bahkan punya firasat buruk saat kau mendiamkanku atau saat kau bergurau pada orang-orang yang bukan aku.
Ah, bagaimana caranya agar aku bisa menutup mata hatiku untukmu?
Jujur saja, aku sering mencoba hal ini berkali-kali tapi berakhir kembali pulang ke arah yang sama.
kadang kau memperlakukanku seolah kau benar-benar memiliku dan orang lain tak boleh menyentuhnya. Tapi kenyataannya kau bahkan sama sekali tak menggenggamku.
Tolong hentikan
Aku tidak mengerti mengapa kau punya sifat seperti itu.
Bahkan sekecil apapun hal yang sebenarnya tak penting itupun kau lakukan dengan kepura-puraan.
Jadi, saat ini aku mulai berfikir, mungkin benar. Yang kau lakukan pada hari-hariku juga termasuk didalamnya;kepura-puraan.
Kita sudah sejauh ini, dan aku sudah seberharap lebih ini. Dulu aku masih punya harapan kecil bahwa ada keajaiban yang akan datang pada perasaanmu terhadapku.
mungkin lilin harapan itu mulai redup. Sepertinya aku harus memulainya kembali.
Tapi aku masih terlalu lemah untuk itu. Jika kau panggil saja namaku sepertinya dinding-dinding pertahananku jadi runtuh begitu saja yang sudah kubuat kuat.
Tapi aku masih terlalu lemah untuk itu.
Aku bahkan punya firasat buruk saat kau mendiamkanku atau saat kau bergurau pada orang-orang yang bukan aku.
Ah, bagaimana caranya agar aku bisa menutup mata hatiku untukmu?
Jujur saja, aku sering mencoba hal ini berkali-kali tapi berakhir kembali pulang ke arah yang sama.
kadang kau memperlakukanku seolah kau benar-benar memiliku dan orang lain tak boleh menyentuhnya. Tapi kenyataannya kau bahkan sama sekali tak menggenggamku.
Tolong hentikan
Categories
Artikel Kata
Minggu, 11 September 2016
Berawal Dari Nyaman
"jangan pernah datang sekalipun, bila akhirnya akan pergi."
Aku tidak pernah mengerti apa tujuanmu dari awal. tapi harus ku akui ini semua salahku, aku juga penyebab kekacauan dari keadaan ini. aku yang langsung menaruh hati karena tidak tahu harus menaruhnya dimana, sedangkan tempat sebelumnya sudah terisi, dan kamu... kamu datang seakan menjadi petanda bahwa aku boleh berteduh disana saat itu, saat aku tak tahu harus kemana.
Kamu yang membuatku memenjam rasa dengan kata-katamu, walau itu hanya sekedar belaka, yang tak pernah kau lakukan pada orang lain selain aku. mengapa dengan sikapmu? perkataanmu? yang selalu membuatku nyaman seperti kau akan selalu ada untukku-saja. yang membuatku tak gelisah lagi.
Semua orang berkata mereka tidak suka denganmu, tapi, mengapa aku tidak? apa mereka melihat apa yang tidak aku lihat? apa aku yang melihat apa yang tidak mereka lihat? dan, apa arti semua pandangan jauh yang kau layangkan padaku di sela-sela waktu? lagi-lagi, aku tak mengerti apa maksudmu. hingga kamu memperlakukanku seperti orang spesial lalu orang-orang salah mengartikannnya, begitu juga aku.
Dan, hari ini pun tiba. hari dimana semua keadaan berubah, dari seorang wanita yang kukira berada di tengah-tengah kita, kamu seperti mengetahui rasaku, hingga hal yang aku duga terjadi juga, kamu berubah. bahkan untuk menyapaku saja rasanya sudah tak sanggup, yang awalnya kamu berani menunjukkan cinta atau apapun itu didepan orang banyak.
Aku tak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya di depan nanti, karena aku terlalu takut membayangkan akan kehilanganmu. aku yang salah, terlalu buta dengan segala kekurangamu, lalu menerima begitu saja kata-kata manismu. harusnya, kamu tak melakukan semua itu lebih jauh, membuat teman-teman kita menghakimimu jika kamu berada dengan orang lain selain aku. layaknya berseru bahwa pemeran utama lelaki harus bersama dengan pemeran utama wanita. bodohnya, aku, malah terhanyut dalam seruan penonton-penonton itu. aku setuju dengan mereka. mereka tak salah, karena mereka adalah penonton yang menyimpulkan apa yang mereka lihat dan ingin drama ini bercerita bahagia.
Ini adalah sebuah drama. aku tahu bahwa ini sebuah drama yang sedang kita mainkan, tapi tak pernah tahu tentang durasi yang singkat. bahkan aku lupa, aku ikut berperan dalam drama yang kau buat, drama kita.
Aku tidak pernah mengerti apa tujuanmu dari awal. tapi harus ku akui ini semua salahku, aku juga penyebab kekacauan dari keadaan ini. aku yang langsung menaruh hati karena tidak tahu harus menaruhnya dimana, sedangkan tempat sebelumnya sudah terisi, dan kamu... kamu datang seakan menjadi petanda bahwa aku boleh berteduh disana saat itu, saat aku tak tahu harus kemana.
Kamu yang membuatku memenjam rasa dengan kata-katamu, walau itu hanya sekedar belaka, yang tak pernah kau lakukan pada orang lain selain aku. mengapa dengan sikapmu? perkataanmu? yang selalu membuatku nyaman seperti kau akan selalu ada untukku-saja. yang membuatku tak gelisah lagi.
Semua orang berkata mereka tidak suka denganmu, tapi, mengapa aku tidak? apa mereka melihat apa yang tidak aku lihat? apa aku yang melihat apa yang tidak mereka lihat? dan, apa arti semua pandangan jauh yang kau layangkan padaku di sela-sela waktu? lagi-lagi, aku tak mengerti apa maksudmu. hingga kamu memperlakukanku seperti orang spesial lalu orang-orang salah mengartikannnya, begitu juga aku.
Dan, hari ini pun tiba. hari dimana semua keadaan berubah, dari seorang wanita yang kukira berada di tengah-tengah kita, kamu seperti mengetahui rasaku, hingga hal yang aku duga terjadi juga, kamu berubah. bahkan untuk menyapaku saja rasanya sudah tak sanggup, yang awalnya kamu berani menunjukkan cinta atau apapun itu didepan orang banyak.
Aku tak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya di depan nanti, karena aku terlalu takut membayangkan akan kehilanganmu. aku yang salah, terlalu buta dengan segala kekurangamu, lalu menerima begitu saja kata-kata manismu. harusnya, kamu tak melakukan semua itu lebih jauh, membuat teman-teman kita menghakimimu jika kamu berada dengan orang lain selain aku. layaknya berseru bahwa pemeran utama lelaki harus bersama dengan pemeran utama wanita. bodohnya, aku, malah terhanyut dalam seruan penonton-penonton itu. aku setuju dengan mereka. mereka tak salah, karena mereka adalah penonton yang menyimpulkan apa yang mereka lihat dan ingin drama ini bercerita bahagia.
Ini adalah sebuah drama. aku tahu bahwa ini sebuah drama yang sedang kita mainkan, tapi tak pernah tahu tentang durasi yang singkat. bahkan aku lupa, aku ikut berperan dalam drama yang kau buat, drama kita.
Categories
Artikel Kata
Kamis, 11 Agustus 2016
di Suatu Malam, Bermain dalam Sebuah Pikiran
"hai."
sebuah kata singkat, namun menjadi pembuka awal yang manis bagi kita;aku
kamu memang baru mengenalku, ya. tapi aku jauh lebih mengenalmu, bahkan sebelum kita memulai kata perkenalan.
aku yang selalu memandangmu dalam diam tanpa pernah terpikir sebelumnya bahwa kamu juga termasuk orang-orang yang ada di duniaku. tak usah bertanya lagi, aku bahkan telah mengetahui dirimu lebih banyak daripada orang-orang baru itu.
tak terbayang bahwa banyaknya kejadian kecil membuat kita saling bertatap di hadapan masing-masing, entah manis atau sayangnya, aku selalu mengingat detail satu persatu peristiwa itu menjadi
sebuah kata singkat, namun menjadi pembuka awal yang manis bagi kita;aku
kamu memang baru mengenalku, ya. tapi aku jauh lebih mengenalmu, bahkan sebelum kita memulai kata perkenalan.
aku yang selalu memandangmu dalam diam tanpa pernah terpikir sebelumnya bahwa kamu juga termasuk orang-orang yang ada di duniaku. tak usah bertanya lagi, aku bahkan telah mengetahui dirimu lebih banyak daripada orang-orang baru itu.
tak terbayang bahwa banyaknya kejadian kecil membuat kita saling bertatap di hadapan masing-masing, entah manis atau sayangnya, aku selalu mengingat detail satu persatu peristiwa itu menjadi
Categories
Artikel Kata
Senin, 15 Juni 2015
Freedom!
Akhirnya!
Akhirnya aku bisa bebas memilih pergi dari hal yang 'terikat' seperti itu.
Aku bisa melakukan apa yang aku mau tanpa harus begini begitu.
Hal yang lama-lama kian kalut, menyita sebagian pikiran.
Awalnya aku bosan hingga muak yang kurasa.
Aku benci ketika mengikuti sebuah arus yang deras yang tak tahu kemana tujuannya.
Karena aku lebih menyukai sunyi yang menenangkan dibanding keramaian ini. Ini bukan boneka kayu yang diikat dan dipermainkan sesuka hati di atas panggung, membuat boneka tersenyum tanpa tahu sebaliknya.
Aku hanya ingin kembali seperti
Akhirnya aku bisa bebas memilih pergi dari hal yang 'terikat' seperti itu.
Aku bisa melakukan apa yang aku mau tanpa harus begini begitu.
Hal yang lama-lama kian kalut, menyita sebagian pikiran.
Awalnya aku bosan hingga muak yang kurasa.
Aku benci ketika mengikuti sebuah arus yang deras yang tak tahu kemana tujuannya.
Karena aku lebih menyukai sunyi yang menenangkan dibanding keramaian ini. Ini bukan boneka kayu yang diikat dan dipermainkan sesuka hati di atas panggung, membuat boneka tersenyum tanpa tahu sebaliknya.
Aku hanya ingin kembali seperti
Categories
Artikel Kata
Langganan:
Postingan (Atom)
