Minggu, 30 April 2017

Kita

Diposting oleh Hamela Shafa A di 23.02
     "Biarlah biarlah hariku dan harimu terbelenggu oleh satu ucapan manisnu." Sheila on7 - Kita
     Aku tidak mengerti mengapa kau punya sifat seperti itu.
Bahkan sekecil apapun hal yang sebenarnya tak penting itupun kau lakukan dengan kepura-puraan.
     Jadi, saat ini aku mulai berfikir, mungkin benar. Yang kau lakukan pada hari-hariku juga termasuk didalamnya;kepura-puraan.
Kita sudah sejauh ini, dan aku sudah seberharap lebih ini. Dulu aku masih punya harapan kecil bahwa ada keajaiban yang akan datang pada perasaanmu terhadapku.
mungkin lilin harapan itu mulai redup. Sepertinya aku harus memulainya kembali.
     Tapi aku masih terlalu lemah untuk itu. Jika kau panggil saja namaku sepertinya dinding-dinding pertahananku jadi runtuh begitu saja yang sudah kubuat kuat.
     Tapi aku masih terlalu lemah untuk itu.
Aku bahkan punya firasat buruk saat kau mendiamkanku atau saat kau bergurau pada orang-orang yang bukan aku.
Ah, bagaimana caranya agar aku bisa menutup mata hatiku untukmu?
     Jujur saja, aku sering mencoba hal ini berkali-kali tapi berakhir kembali pulang ke arah yang sama.
kadang kau memperlakukanku seolah kau benar-benar memiliku dan orang lain tak boleh menyentuhnya. Tapi kenyataannya kau bahkan sama sekali tak menggenggamku.
     Tolong hentikan

ucapan manis dan semua sikap yang kau lakukan hanya padaku jika itu bukan cinta. Becanda tak seperti itu mestinya. Bagian  menyedihkannya saat kau sedang mendekati perempuan lain diluar sana, sikapmu langsung berubah. Untuk melihatku saja tatapanmu berbeda atau tak pernah menyapaku ketika lewat begitu saja dari hadapanmu. tiba-tiba saat kau memanggilku, kau malah berkata "kenapa sih kamu sekarang?" Aku? Aku kenapa? Aku hanya membalas dari sikapmu kepadaku, tuan kapalku. Jika kau baik-baik saja aku pun begitu. Jika kau berubah, aku juga akan diam seribu bahasa sepertimu.
     Ku akui sekarang kita berjarak. Kita tak sedekat dulu. Mesti beberapa kali kau menggoda "Bebebku" atau "hanya untuk (diriku)" aku hanya diam menghiraukan. Aku sangat lelah, kau tahu.
     Saat kau datang ke kotaku [29/4/2017] itu memang indah. Teman perempuan mengagetkanku dengan berkata "mel, ada dia" aku tahu dia akan ikut tapi aku tak mengira bahwa dia benar-benar datang. Teman lelaki berkomentar tentang pakaianku dan kau menatap pakaianku dari atas sampai bawah. Ya, aku memang berbeda. Aku tak seperti wanita disekelilingmu sana, pakaianku tertutup. kemudian itu jadi terasa hambar ketika kau hanya menikmati tapi tidak ikut didalamnya. Terlebih lagi teman-temanku malah meledekku (sedikit Becanda) dengan membawa namamu. Ah ternyata tak seperti apa yang ku bayangkan sebelumnya. Aku kira kita akan menikmati hari itu sebagai hari kita.
     Dan lagi, aku yang terlalu berharap lebih. Mungkin, hal-hal indah kita lainnya akan menanti didepan sana, mungkin. Aku hanya akan mengikuti jalan cerita ini karna aku tak pernah tahu bagaimana bagian akhirnya.
     Jadi, inginku,jika kau ingin datang, kemarilah, jangan pergi. Tapi, jika kau ingin pergi, enyalah. aku takkan memaksa, jangan kembali sayang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

MORE THAN WORDS Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review