Minggu, 11 September 2016

Berawal Dari Nyaman

Diposting oleh Hamela Shafa A di 06.27
"jangan pernah datang sekalipun, bila akhirnya akan pergi."

    Aku tidak pernah mengerti apa tujuanmu dari awal. tapi harus ku akui ini semua salahku, aku juga penyebab kekacauan dari keadaan ini. aku yang langsung menaruh hati karena tidak tahu harus menaruhnya dimana, sedangkan tempat sebelumnya sudah terisi, dan kamu... kamu datang seakan menjadi petanda  bahwa aku boleh berteduh disana saat itu, saat aku tak tahu harus kemana.
    Kamu yang membuatku memenjam rasa dengan kata-katamu, walau itu hanya sekedar belaka, yang tak pernah kau lakukan pada orang lain selain aku. mengapa dengan sikapmu? perkataanmu? yang selalu membuatku nyaman seperti kau akan selalu ada untukku-saja. yang membuatku tak gelisah lagi.
    Semua orang berkata mereka tidak suka denganmu, tapi, mengapa aku tidak? apa mereka melihat apa yang tidak aku lihat? apa aku yang melihat apa yang tidak mereka lihat? dan, apa arti semua pandangan jauh yang kau layangkan padaku di sela-sela waktu? lagi-lagi, aku tak mengerti apa maksudmu. hingga kamu memperlakukanku seperti orang spesial lalu orang-orang salah mengartikannnya, begitu juga aku.
    Dan, hari ini pun tiba. hari dimana semua keadaan berubah, dari seorang wanita yang kukira berada di tengah-tengah kita, kamu seperti mengetahui rasaku, hingga hal yang aku duga terjadi juga, kamu berubah. bahkan untuk menyapaku saja rasanya sudah tak sanggup, yang awalnya kamu berani menunjukkan cinta atau apapun itu didepan orang banyak.
    Aku tak pernah tahu apa yang terjadi selanjutnya di depan nanti, karena aku terlalu takut membayangkan akan kehilanganmu. aku yang salah, terlalu buta dengan segala kekurangamu, lalu menerima begitu saja kata-kata manismu. harusnya, kamu tak melakukan semua itu lebih jauh, membuat teman-teman kita menghakimimu jika kamu berada dengan orang lain selain aku. layaknya berseru bahwa pemeran utama lelaki harus bersama dengan pemeran utama wanita. bodohnya, aku, malah terhanyut dalam seruan penonton-penonton itu. aku setuju dengan mereka. mereka tak salah, karena mereka adalah penonton yang menyimpulkan apa yang mereka lihat dan ingin drama ini bercerita bahagia.
    Ini adalah sebuah drama. aku tahu bahwa ini sebuah drama yang sedang kita mainkan, tapi tak pernah tahu tentang durasi yang singkat. bahkan aku lupa, aku ikut berperan dalam  drama yang kau buat, drama kita.

0 komentar:

Posting Komentar

 

MORE THAN WORDS Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review